Allāhumma shalli wa sallim wa bārik
`alayh wa `alā ālih
Allaahumma ya Allah, limpahkanlah
rahmat dan keselamatan serta keberkahan kepadanya dan kepada keluarganya.
Al-hadītsuts-tsānī `an `Athā ’ibni Yasārin, `an
Ka`bi ‘l-Ahbār, qāla `allamanī abii ‘t-tawrāta
illa sifran wāhidan kāna yakhtimuhu wa yudkhiluhu ‘sh-shundūq,
Hadits
Kedua:
Diriwayatkan
dari Atha’ bin Yasar kisah mengenai Ka’ab al-Ahbar, ia berkata, “Ayahku telah
mengajariku seluruh bagian Kitab Taurat kecuali satu bagian saja, bagian itu
selalu dibacanya hingga tamat, lalu dimasukkannya ke dalam peti.
falammā
māta abī fatahtuhu fa’idzā
fīhi Nabiyyun yakhruju ākhiraz-zamān, mawliduhu bi Makkah, wa hijratuhu bi’l-Madiinah, wa sulthānuhu bi ‘sy-Syām,
Ketika
ayahku telah meninggal dunia, peti itu kubuka.
Ternyata di dalam bagian kitab Taurat itu terdapat keterangan tentang
seorang Nabi yang akan muncul di akhir zaman.
“Tempat lahirnya di Mekah dan tempat hijrahnya adalah Madinah, serta
seorang sultannya akan berkuasa dan bertakhta di negeri Syam (yakni Sayyidina
Muawiiyah (r)).
yaqush-shu sya`rahu wa yattaziru `alā wa sathihī yakūnu khayra ‘l-anbiyā’i wa ummatuhu khayra ‘l-umam, yukabbirūna ‘l-Lāha ta`ālā `alā kulli
syarafin yashuffūna fi ‘sh-shalāti ka shufūfihim fi ‘l-qitāl,
qulūbuhum mashāhifuhum yahmadūna ‘l-Lāha ta`ālā `alā kulli syiddatin wa rakhā,
Ia selalu
menggunting rambutnya dan memakai kain pelikat di sekeliling pinggangnya. Ia akan menjadi Nabi terbaik di antara para
Nabi, dan umatnya pun akan menjadi umat terbaik. Mereka akan selalu bertakbir mengagungkan
kebesaran Allah (swt) ketika mendaki ke tempat yang tinggi. Mereka membuat barisan-barisan ketika
salatnya, seperti barisan-barisan mereka ketika berperang. Hati mereka adalah tempat tersimpannya mushaf-mushaf
mereka (maksudnya, banyak yang akan menghapal isi kitab suci al-Qur’an). Mereka akan senantiasa memuji Allah (swt), baik
dalam keadaan susah maupun senang.
tsulutsun yadkhulūna ‘l-jannata bi-ghayri hisāb (Allāhumma’j-`alnā minhum) Wa tsulutsun ya’tūna bi-dzunūbihim wa khathāyāhum fa-yughfaru lahum, wa tsulutsun
ya’tūna bi-dzunūbin wa khatāyā `izhām,
Sepertiga
dari umatnya masuk ke dalam Surga tanpa hisab, (Ya Allah, jadikanlah kami
bagian dari mereka). Sepertiga lagi,
akan datang di Hari Kiamat dengan membawa berbagai dosa dan kesalahan lalu
mereka akan dikarunai pengampunan. Dan
sepertiga lagi akan datang menghadap Allah dengan dosa-dosa dan kesalahan yang
besar.
fa yaqūlu
‘l-Lāhu ta`ālā li ‘l-malā’ikati
‘dz-habū fa-zinūhum fa yaqūlūna Rabbanā wajadnā hum asrafū `alā anfusihim; wa wajadnā a`mālahum mina ‘dz-dzunūbi
ka amtsāli ‘l-jibāli ghayra annahum yasyhadūna an lā ilāha illa ‘l-Lāhu wa anna Muhammadan Rasūlullāh shalla ‘l-Lāhu `alayhi
wa sallam
Lalu
Allah (swt) akan berfirman kepada malaikat, “Pergilah periksa dan timbang
amalan mereka.” Kemudian malaikat
melaporkan, “Wahai Tuhan kami, kami mendapati bahwa mereka telah melampaui
batas terhadap diri mereka sendiri, dan kami dapati bahwa dosa-dosa mereka itu
bagaikan gunung. Namun mereka masih
bersaksi bahwa ‘Tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad (s)
adalah Utusan Allah.’”
Asyhadu
an lā ilaha illa ‘l-Lāhu wa asyhadu anna Muhammadan Rasūlullāh
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi
Muhammad (s) adalah Utusan Allah.
Allāhumma shalli wa sallim wa
bārik `alayh wa `alā ālih
Allaahumma ya Allah, limpahkanlah
rahmat dan keselamatan serta keberkahan kepadanya dan kepada keluarganya.
Fa yaqūlu
‘l-haqqu wa `izzatī wa
jalālī, lā ja`altu man
akhlashalī bi syahādati kaman kadz-dzaba bī, adkhilūhumu ‘l-jannata bi-rahmatī,
Mendengar
laporan malaikat tersebut, lalu Allah berfirman, “Demi Kemuliaan-Ku dan
Keagungan-Ku, Aku tidak akan menyamakan orang-orang yang benar-benar ikhlas
bersaksi pada Ketuhanan-Ku dengan orang-orang yang mendustakan Aku. Masukkanlah mereka itu ke dalam Surga dengan
rahmat-Ku.
yā
a`azza jawāhiri ‘l-`uqūd, wa khulāshata iksīri sirri
‘l-wujūd; mādihuka qāshirun wa law jā’a bi-badzli ‘l-majhūd; wa wāshifuka `ājizun `an
hashri mā hawayta
min khishāli ‘l-karami wa ‘l-jūd
Wahai ‘Mutiara
Termulia dan Terindah’ dari segala mutiara, wahai ‘Intisari Iksir (obat mujarab
yang langka untuk segala jenis penyakit) dari rahasia alam semesta! Orang yang memujimu tetap akan sebanding
pujiannya itu dengan segala sifatmu yang mulia, meskipun ia telah berusaha
semaksimal mungkin. Dan orang yang
menggambarkan sifat-sifatmu pun tidak akan mampu melukiskan sifat kemuliaan dan
pemurah yang engkau miliki.
Al-kawnu isyārah, wa Anta ‘l-maqshūd;
yā asyrafa man nāla ‘l-maqāma ‘l-mahmūd;
wa jā’at rusulun min qablika lākinnahum bi ‘r-rif`ati wa ‘l-`ulā laka syuhūd.
Segala
yang ada di alam semesta hanyalah isyarat dan tanda yang mendahului
kemunculanmu, sedangkan engkaulah maksud sebenarnya bagi terciptanya alama
semesta. Wahai manusia termulia yang
telah memperoleh kedudukan terpuji!
Telah datang Rasul-Rasul sebelum engkau, tetapi mereka semua menyatakan
kesaksian tentang kemuliaan dan ketinggian derajatmu.
Allāhumma shalli wa sallim wa
bārik `alayh wa `alā ālih
Allaahumma ya Allah, limpahkanlah
rahmat dan keselamatan serta keberkahan kepadanya dan kepada keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar